Bahasa Inggris sudah menjadi kemampuan yang harus dimiliki di zaman revolusi industri. Sudah semestinya anak zaman now dapat menguasai bahasa Inggris sebagai bahasa kedua setelah bahasa Indonesia. Hal ini pun mulai disadari oleh Universitas di Indonesia bahwa bahasa Inggris berperan penting untuk masa depan mahasiswa. Salah satu Universitas yang mulai menerapkan bahasa Inggris sebagai salah satu kompentensi mahasiswanya adalah Universitas Islam Riau (UIR).
Pada tanggal 23 Maret 2018, UIR bekerjasama dengan International Test Center (ITC) mengadakan seminar yang bertemakan English for International Communication. Seminar yang diikuti oleh ratusan dosen di lingkungan faklutas UIR dipimpin oleh Widi Nazmuddin, Team Leader Training & Learning Specialist Education Development ITC.
Dalam seminar tersebut, bapak Widi menjelaskan bahwa bahasa Inggris sudah menjadi kebutuhan dalam masyarakat ekonomi asean (MEA). Bahkan perguruan tinggi saat ini tidak semata mengeluarkan ijazah, akan tetapi juga menerbitkan sura keterangan kompetensi bagi lulusannya sebagai pendamping ijazah. Di Indonesia, tambahnya, terdapat 3.246 perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa 5.153.971. Sebanyak 71% mahasiswa langsung terjun ke dunia kerja, 28,1% lulusan bersertifikat kompetensi.
Menurut Rektor UIR Prof. Dr. H. Syafrinaldi, S.H., M.C.L, di Indonesia sendiri banyak beasiswa kepada setiap dosen yang ingin belajar ke luar negeri, namun hal ini tidak dimanfaatkan dengan baik karena lemah dalam berbahasa Inggris. Melihat kesempatan yang disia-siakan begitu saja, maka UIR berkeinginan menjadi host atau penyelenggara dari berbagai testing yang erat kaitannya dengan bahasa Inggris, misalnya TOEFL® (Test of English as a Foreign Language) atau TOEIC® (Test of English for International Communication) sehingga dapat membantu dosen untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.
