International Test Center (ITC) turut berpartisipasi dalam program National Multiplication Training LEAP: Leadership Enhancement Through Awareness and Peer-Learning for Transformational Change yang diselenggarakan di Universitas Kristen (UK) Petra bersama Universitas Surabaya (Ubaya). Dalam kesempatan tersebut, Jenny Lee selaku CEO International Test Center mengajak para pimpinan perguruan tinggi untuk secara aktif mendorong transformasi digital di lingkungan pendidikan. Melalui presentasi bertajuk “Strengthening Digital Literacy in Higher Education”, Jenny menekankan pentingnya membangun fondasi literasi digital yang kuat, mengintegrasikan keterampilan digital ke dalam kurikulum, serta mengukur efektivitas implementasi transformasi digital sebagai langkah strategis dalam menjawab tantangan pendidikan di era global.
Program bertaraf internasional ini didukung Universitas Potsdam (Jerman), Kementerian Federal Jerman untuk Kerja Sama Pembangunan (BMZ), serta Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemdiktisaintek RI, menjadikannya salah satu program pengembangan kepemimpinan pendidikan tinggi paling strategis di Indonesia tahun ini.
Program ini melibatkan 25 pemimpin universitas terpilih dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Jawa, Sumatera, Bali, Sulawesi, hingga Papua, dan dilaksanakan dalam dua sesi pada 30 Maret hingga 2 April 2026 di Surabaya. Dirancang dengan pendekatan multiplier effect, inisiatif ini tidak hanya berhenti pada peserta inti, namun diproyeksikan memberikan dampak berkelanjutan yang menjangkau lebih dari 2.500 sivitas akademika dan tenaga pendidik di seluruh Indonesia.
Sebagai bagian dari kontribusinya, International Test Center (ITC) menghadirkan sertifikasi internasional IC3 Digital Literacy kepada lebih dari 2.500 peserta guna memperkuat kompetensi literasi digital yang terukur dan berstandar global. Langkah ini menegaskan peran strategis ITC dalam mendorong percepatan transformasi digital di sektor pendidikan, sekaligus memperkuat daya saing talenta Indonesia di tingkat internasional.
Josua Tarigan, Ph.D selaku Ketua Panitia sekaligus Dekan School of Business and Management UK Petra menjelaskan bahwa program ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Pendidikan tinggi Indonesia tengah menghadapi transformasi besar seiring pesatnya perkembangan teknologi dan pergeseran demografi mahasiswa. “Program ini menekankan kepemimpinan adaptif dan kolaboratif berbasis agility, empati, serta pemanfaatan digital dan AI agar pemimpin perguruan tinggi mampu merespons perubahan,” ujarnya.
Dirjen Pendidikan Tinggi Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng. mengapresiasi keberhasilan kolaborasi UK Petra dan Ubaya dalam meraih hibah internasional ini. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi masa kini dituntut tidak sekadar unggul secara akademik, melainkan harus mampu menjadi pusat solusi bagi masyarakat. Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan apresiasinya kepada ITC Indonesia atas kontribusinya dalam program ini. “Kami mengapresiasi kontribusi International Test Center yang menyediakan 2.500 sertifikasi IC3 Digital Literasi. Ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat literasi digital dan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja global,” tegasnya.
Kehadiran ITC Indonesia sebagai mitra pendukung resmi semakin memperkuat nilai strategis program ini, di mana para peserta akan memperoleh sertifikasi IC3 Digital Literacy sebagai pengakuan kompetensi digital bertaraf internasional. Acara pembukaan turut dihadiri Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M. dan Direktur DAAD Regional Office Jakarta Dr. Guido Schnieders, mencerminkan besarnya dukungan lintas institusi terhadap program yang menjadi tonggak penting dalam perjalanan transformasi pendidikan tinggi Indonesia.
