Langkah nyata menuju karier internasional ditempuh oleh puluhan mahasiswa Politeknik Negeri Manado (Polimdo). Pada Jumat, 24 April 2026, sebanyak 32 mahasiswa mengikuti tes TOEIC (Test of English for International Communication) di Gedung Kuliah Terpadu Polimdo — sebuah tahapan krusial yang menjadi penentu keberangkatan mereka ke Taiwan dalam program magang internasional bergengsi.
Bukan sekadar ujian biasa. Di balik setiap soal yang dikerjakan, tersimpan mimpi besar para mahasiswa untuk terjun langsung ke industri perhotelan dan pariwisata bertaraf dunia. Kementerian Pariwisata Taiwan menetapkan sertifikat TOEIC dengan skor minimal level bronze sebagai standar wajib yang harus dipenuhi setiap peserta magang sebuah tolok ukur kemampuan komunikasi bahasa Inggris yang diakui secara global.
Kepala Program Studi D4 Perhotelan Polimdo, Dimas Ero Permana, menegaskan bahwa program magang ke Taiwan dirancang untuk mempersiapkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu berkomunikasi dan beradaptasi di lingkungan kerja internasional. Mahasiswa yang dinyatakan memenuhi standar skor TOEIC akan segera menjalani proses pengurusan visa melalui TETO, dengan estimasi keberangkatan pada pertengahan Juni 2026.
Tes TOEIC ini diselenggarakan oleh International Test Center (ITC), Country Master Distributor resmi TOEIC di Indonesia yang ditunjuk langsung oleh ETS (Educational Testing Service). Sebagai lembaga yang telah dipercaya oleh ribuan institusi pendidikan dan korporasi di seluruh Indonesia, ITC memastikan setiap pelaksanaan tes memenuhi standar internasional tertinggi. Sertifikat TOEIC yang diraih para mahasiswa pun diakui oleh lebih dari 14.000 organisasi di lebih dari 160 negara di seluruh dunia.
Kisah perjuangan mahasiswa Polimdo ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Indonesia semakin siap melangkah percaya diri ke panggung global.
