Bandung, 20 Agustus 2025 – Desa wisata di Bandung kini melangkah lebih percaya diri menuju panggung dunia. Sebanyak 18 pengelola desa wisata mengikuti Program CSR TOEIC for Global Tourism Readiness di test center baru International Test Center (ITC), Direct English Bandung. Program ini memperkuat kemampuan bahasa Inggris sebagai bekal penting untuk menjamu wisatawan mancanegara.
Ferdi Setia Primahadian, Ketua Pengelola Desa Wisata Cibiru Wetan, menyampaikan bahwa desanya yang berdiri sebagai desa wisata sejak 2022 telah menyumbang devisa Rp3,4 miliar sepanjang 2023–2024. “Desa kami menawarkan pengalaman hidup di desa, mulai dari mengajar hingga jelajah alam. Dengan TOEIC, kami semakin percaya diri untuk menyambut turis mancanegara sekaligus memperkenalkan keunikan desa kami,” jelas Ferdi.

Sementara itu, Gunawan, Ketua Desa Wisata Mekarlaksana, menegaskan pentingnya sertifikasi bahasa asing. “Kami mengedepankan community-based tourism agar wisatawan merasakan kehidupan desa yang autentik. TOEIC Bridge membuat kami bisa menunjukkan kesiapan desa dalam menjamu turis internasional. Tahun ini kami menerima kunjungan dari Inggris hingga Prancis, dan program ini membuat semangat belajar masyarakat semakin tinggi,” ungkapnya.
Melalui program CSR TOEIC, ITC berkomitmen mendukung desa wisata agar lebih siap bersaing di kancah global, tanpa kehilangan identitas lokalnya. Dengan bahasa sebagai jembatan, desa-desa wisata Indonesia dapat memperkenalkan kearifan, keramahan, dan keindahan autentik yang menjadi daya tarik bagi dunia.
