Ulama NU Semangat Training Bahasa Inggris dengan Blended Learning

Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keberagaman dari mulai budaya, suku, dan agama. Keberagaman tersebut dapat menjadi kekuatan dan juga tantangan bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Perlu kerjasama antar pemuka agama agar terciptanya kerukunan. Itulah yang menjadi salah satu tujuan 1000 Abrahamic Circle Project, yang merupakan organisasi pemimpin agama di dunia untuk menciptakan perdamaian. Kantor pusat organisasi ini terletak di Indonesia, maka dari itu pemuka-pemuka agama di Indonesia perlu memiliki kemampuan bahasa Inggris agar nantinya dalam pertemuan tersebut komunikasi dapat terjalin dengan efektif.

Salah satu anggota dari 1000 Abrahamic Circle Project di Indonesia adalah Nadhlatul Ulama (NU), menyadari pentingnya kemampuan bahasa Inggris, NU bekerja sama dengan International Test Center(ITC) dalam pelaksanaan program pemantapan kemapuan Bahasa Inggris, menggunakan sistem belajar Blended Learning dari English Discoveries (ED) sejak bulan Oktober 2019. Program ini dilakukan untuk peningkatan kemampuan bahasa Inggris ulama-ulama NU dan mendukung keberhasilan kegiatan dalam organisasi 1000 Abrahamic Circle Project.

Orientasi Blended Learning ulama NU dengan English Discoveries

Dimulai dengan placement test menggunakan TOEIC Bridge pada tanggal 4 Oktober 2019 untuk mengetahui sudah sejauh mana kemampuan bahasa Inggris yang dimiliki para peserta, dan guna mengevaluasi kemampuan mana saja yang perlu ditingkatkan. Kegiatan atau training bahasa Inggris ini akan dilakukan selama 3 bulan kedepan dengan mengkombinasikan sistem belajar online dan face to face.

Harapannya, dengan mengikuti training ini para ulama dapat lebih percaya diri berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris dalam pertemuan 1000 Abrahamic Circle Project tahun ini.