Unit Pengelola Museum Seni Dorong Internasionalisasi Museum Lewat Sertifikasi TOEIC bagi SDM

Dalam rangka mewujudkan museum berstandar internasional dan mendukung visi Jakarta sebagai kota global, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Museum Seni melaksanakan program peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) melalui sertifikasi TOEIC (Test of English for International Communication).

“Standar internasional seperti TOEIC sangatlah penting. Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan indeks kota global Jakarta. Untuk itu, kami berupaya menjadikan museum sebagai ruang publik yang mampu bersaing secara internasional dengan didukung oleh SDM yang kompeten,” ujar Sri Kusumawati, Kepala Unit Pengelola Museum Seni.

Sebagai langkah konkret, penyelenggaraan tes TOEIC dilaksanakan pada 5 Mei dan 2 Juni 2025 bertempat di kantor International Test Center (ITC), Plaza Sentral, Jakarta.
Sebanyak 77 peserta dari berbagai unit museum mengikuti sertifikasi ini dengan antusias dalam suasana yang kondusif.

Salah satu peserta, Ardi Nugroho, edukator di Museum Seni Rupa dan Keramik, menegaskan pentingnya penguasaan bahasa asing dalam profesinya.

“Sebagai edukator, kemampuan berbahasa Inggris sangat dibutuhkan. Terlebih, pengunjung museum kini bukan hanya dari lokal, tapi juga internasional. Seiring arah Jakarta menjadi kota global, keterampilan ini menjadi keharusan,” jelasnya.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan museum serta membangun citra museum Jakarta yang inklusif, profesional, dan siap menyambut pengunjung dari seluruh dunia.