Meningkatkan Kompetensi Pengajar lewat Propell

Pada tanggal 22 – 23 Juli 2018, International Test Center (ITC) bekerjasama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan Propell® Workshop for TOEIC® bagi dosen bahasa Inggris UNS maupun dari perguruan tinggu lainnya. Sebanyak lebih dari 15 dosen bahasa Inggris mengikuti workshop ini, dibimbing oleh Ibu Itje Chodijah, selaku ETS Approved Trainer untuk Propell™ Workshop for the TOEIC® tests di Indonesia.

Propell TOEIC® merupakan program pengembangan profesi pengajar bahasa Inggris secara komprehensif yang mengajarkan berbagai teknik dan strategi mempersiapkan siswa mengikuti tes TOEIC® dan sukses berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Dalam workshop tersebut, peserta akan diberikan pemaparan secara mendalam mengenai 4 skills yang terdapat dalam TOEIC® test, yakni Listening, Reading, Speaking and Writing.

                                                   

Dalam kesempatan kali ini, Ibu Itje memberikan penjelasan mengenai korelasi soal-soal yang terdapat dalam ujian TOEIC® dengan penggunaan bahasa Inggris saat berkomunikasi. Tetapi, Ibu Itje berpesan bagi para peserta apabila ingin membuka kelas untuk memperdalam TOEIC® jangan menamakan kelas persiapan namun kelas komunikasi internasional. Hal ini dikarenakan kata persiapan dalam konteks ini apabila dilihat secara psikologi bertujuan untuk mencapai skor TOEIC® tertentu bukan untuk mempelajari ilmunya.

TOEIC® sendiri merupakan alat ukur untuk mengetahui kemampuan seseorang dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris, jadi apabila seseorang hanya menghafalkan tipe soal-soal pasa tes TOEIC untuk mencapai skor tertentu dengan mengenyampingkan pentingnya meningkatkan kompetensi mereka dalam berbahasa Inggris itu merupakan pemahaman yang salah. tvp/rnb