SMK English Challenge 2018

SMK English Challenge 2018

Instruksi Presiden no 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK memberikan amanat kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mempersiapkan lulusan SMK yang memiliki daya saing tinggi di dunia kerja. Salah satu diantara daya saing lintas kejuruan yang selalu menjadi tuntutan pada era globalisasi adalah kemampuan lulusan SMK dalam berkomunikasi dengan bahasa Inggris.

TOEIC® (Test Of English for International Communication) merupakan alat ukur kemampuan berbahasa Inggris bagi angkatan kerja yang dikembangkan oleh Educational Testing Service (ETS). Di dunia, TOEIC® telah digunakan oleh lebih dari 10.000 perusahaan, instansi pemerintahan dan pendidikan sebagai standar kemampuan berbahasa Inggris.

Dalam rangka peningkatanan daya saing lulusan SMK di dunia kerja global, sejak tahun 2016  Direktorat Pembinaan SMK telah melaksanakan pemetaan kemampuan berbahasa Inggris siswa (calon lulusan) SMK di Indonesia dengan menggunakan TOEIC®.

SMK dan para siswa peserta ujian TOEIC® memperoleh manfaat menerima bantuan ujian internasional TOEIC® dan memperoleh Score Report TOEIC® yang diterima dan diakui secara internasional, serta dapat digunakan sebagai bekal untuk melamar pekerjaan.

Tujuan Program:

  1. Memberikan stimulan bagi SMK di Indonesia untuk meningkatkan mutu pendidikan bahasa Inggris secara mandiri
  2. Meningkatkan daya saing siswa SMK melalui pelaksanaan sertifikasi internasional kemampuan berbahasa Inggris dengan TOEIC®
  3. Menjaring data pemetaan mutu pendidikan bahasa Inggris di SMK dengan standard yang diakui secara global

Berdasarkan data pelaksanaan TOEIC® tahun 2016 dan 2017 telah terjadi peningkatan pemerataan dan jangkauan program yang lebih luas baik pada unit daerah maupun jumlah SMK yang berpartisipasi sebagaimana ditunjukan pada gambar berikut ini:

(klik gambar untuk memperbesar)

Pada unit partisipasi daerah terjadi peningkatan dari 19 Provinsi (tahun 2016) menjadi 29 Provinsi (tahun 2017). Begitu pun pada level Kota dan Kabupaten terjadi peningkatan partisipasi daerah dari 68 Kota/Kabupaten (tahun 2016) menjadi 161 Kota/Kabupaten (tahun 2017).

Pada unit partisipasi SMK terjadi peningkatan dari 305 SMK pelaksana TOEIC (tahun 2016) menjadi 698 SMK pelaksana TOEIC (tahun 2017).

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan TOEIC telah menjangkau jumlah daerah dan unit SMK yang lebih luas setiap tahunnya. Sehingga perlu terus diselenggarakan untuk memastikan terjadinya konsistensi peningkatan jangkauan dan hasil (mutu) yang diharapkan.

Disamping sebaran dan jangkauan pelaksanaan program yang meningkat (tahun 2016-2017), pelaksanaan program TOEIC juga menunjukan peningkatan penyerapan kualitas siswa sasaran penerima bantuan yang ditunjukan dengan peningkatan rata-rata TOEIC yang secara signifikan meningkat sebagaimana ditunjukan pada gambar berikut ini:

(klik gambar untuk memperbesar)

Rata-rata kemampuan bahasa Inggris siswa SMK peserta ujian TOEIC® pada tahun 2017 (rata-rata TOEIC®: 513) menunjukan peningkatan mutu yang sangat signifikan dibanding tahun 2016 (rata-rata TOEIC: 363). Rata-rata peserta TOEIC® di SMK pada tahun 2017 juga menunjukan keunggulan dibandingkan nilai rata-rata siswa SMK (sederajat) di dunia berdasarkan laporan ETS pada tahun 2016.

Kemampuan bahasa Inggris pada TOEIC dibagi ke dalam 6 Level dengan Level 1 – Novice merupakan Level terendah dan Level 6 – General Professional Proficiency sebagai Level tertinggi. Berikut adalah tingkat kemampuan berbahasa Inggris berdasarkan TOEIC:

TOEIC Can Do LEVEL SKALA NILAI TOEIC
Level 6 – General Professional Proficiency 905 – 990
Level 5 – Advance Working Proficiency 785 – 900
Level 4 – Basic Working Proficiency 605 – 780
Level 3 – Intermediate 405 – 600
Level 2 – Elementary 255 – 400
Level 1 – Novice 10 – 250

Silahkan unduh panduan dibawah ini: